
Tidak dipungkiri, pada masa kini peran utama manusia adalah sebagai pendorong dari digitalisasi. Salah satunya dalam sektor publik di masa mendatang dimana pemanfaatan digitalisasi sebagai proses recruitment Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) serta membaca tantangan dalam digital talent.
Kapasitas, dan kompetensi yang akan direkrut pada sektor publik diharapkan dapat menguasai digitalisasi dalam memperbaiki sistem informasi. Khususnya sistem informasi berbasis koneksi internet, komputer, dan teknologi informasi dan komunikasi, untuk bisa mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik yang berorientasi dalam meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Hal tersebut mengemuka pada kegiatan Seminar Nasional yang bertajuk “Digitalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi untuk Efisiensi dan Transparansi” pada hari Selasa, (05/08/2025).
Dr. Zalisman, S.Pd.,M.Pd.I Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Kifayah Riau ikut serta dalam kegiatan Seminar Nasional ini, juga turut hadir 41 orang Rektor/ Dekan/ Ketua PTKIS PTKIS se-Kopertais Wilayah XII Riau-Kepri.
Dr. Zalisman menyampaikan bahwa digitalisasi merupakan sebuah instrumen penting dalam mendukung pencapaian tujuan lembaga atau organisasi. Sistem digital berperan sebagai alat bantu dalam mempercepat dan mempermudah proses tersebut. Namun, ia juga menyoroti adanya kesenjangan talenta digital (digital talent gap) yang masih menjadi tantangan di Indonesia.
Ia mencontohkan berbagai proses digitalisasi dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) di era Industri 4.0 yang dapat diterapkan, seperti analisis jabatan, perencanaan kebutuhan pegawai, rekrutmen, orientasi, hingga pelatihan pegawai.
“Bahkan saat ini telah muncul konsep digital workplace, yaitu pemanfaatan teknologi digital untuk menunjang seluruh aktivitas kerja karyawan, mulai dari proses awal hingga pelaksanaan tugas secara menyeluruh,” jelasnya.