
Dosen-dosen STAI Al-Kifayah Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kapasitas akademik dan kontribusi pada isu-isu strategis melalui keikutsertaan dalam kegiatan Monthly Discussion on Issues of Gender and Children Seri 3, yang diselenggarakan pada Jum’at, 21 November 2025, bertempat di Ruang Rapat LPPM UIN Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau.
Kegiatan diskusi yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB ini menghadirkan para akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Riau dengan fokus pembahasan terkait isu gender, perlindungan anak, kebijakan, serta tantangan sosial yang berkembang di masyarakat.
STAI Al-Kifayah Riau mengirimkan tiga perwakilan dosen, yaitu:
Nelia Guswanti, M.Pd — Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M)
Dr. Marzuki, M.Pd — Kaprodi Magister Pendidikan Agama Islam
Ainama Nafisa Putri, M.Pd — Dosen Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)
Ketiga dosen tersebut hadir sebagai delegasi untuk mengikuti diskusi, bertukar gagasan, dan memperluas jaringan akademik terkait isu-isu gender dan perlindungan anak, yang semakin penting dalam pengembangan keilmuan maupun program pengabdian masyarakat.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemaparan mendalam terkait dinamika sosial, kekerasan berbasis gender, pola pengasuhan anak, hingga peran pendidikan Islam dalam membangun kesadaran dan perlindungan bagi kelompok rentan. Diskusi interaktif juga berlangsung untuk merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat diimplementasikan dalam dunia pendidikan dan masyarakat.
Keikutsertaan dosen STAI Al-Kifayah Riau dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen institusi untuk terus memperkuat perspektif gender, meningkatkan literasi sosial, dan mendorong hadirnya kebijakan serta program pengabdian yang lebih responsif terhadap isu-isu kemanusiaan.
Dengan adanya partisipasi aktif dalam forum-forum ilmiah seperti ini, STAI Al-Kifayah Riau berharap dapat terus meningkatkan kualitas penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas jejaring akademik dalam lingkup regional maupun nasional.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan perguruan tinggi yang adaptif, responsif, dan memiliki kontribusi nyata terhadap isu-isu masyarakat, khususnya terkait gender dan perlindungan anak.
