
Siak Sri Indrapura – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-102 yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Siak berlangsung dengan penuh khidmat dan semarak. Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Siak, KH. Muhammad Thoib Firdaus, serta dihadiri oleh jajaran Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau pada Selasa, 28 Januari 2025.
Ketua Panitia, Gus Dr. Iwan Agus, M.Pd., bersama Sekretaris Panitia, Gus Dr. Marzuki, M.Pd., telah merancang acara ini dengan penuh dedikasi sehingga dapat berjalan dengan lancar. Acara ini menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin di Siak untuk semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah serta peran aktif NU dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam perayaan ini, di antaranya Ketua Tanfidziyah PWNU Riau, Kiyai Abdul Halim Mahali, MA, bersama jajaran pengurus lainnya, Buya Dr. Yundri Akhyar (Pembina Al-Kifayah Riau), Kiyai Masduki Fadli, Sekretaris Umum PWNU Riau, Gus Zulfa Hendri, M.Pd., serta beberapa tokoh NU lainnya, yakni Gus Fernando Tanjung dan Gus Farluhutan Siregar. Kehadiran para tokoh ini semakin menambah keberkahan dan semangat bagi para peserta yang hadir dalam perayaan ini.
Acara yang dihadiri oleh sekitar 20 tokoh NU dan masyarakat ini menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi bagi para pengurus serta warga Nahdliyin di Siak dan sekitarnya. Puncak acara diisi dengan ceramah keislaman yang disampaikan oleh Prof. Rubaidi dari Surabaya. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah serta bagaimana NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dapat terus berkontribusi dalam pembangunan umat dan bangsa.
Perayaan Harlah NU ke-102 ini diharapkan dapat semakin memperkuat semangat Nahdliyin dalam menjaga ajaran Islam yang moderat, membangun ukhuwah Islamiyah, serta terus berkontribusi bagi kemajuan umat. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, NU diharapkan terus menjadi pelopor dalam membangun masyarakat yang religius, inklusif, dan berdaya saing tinggi di tengah perubahan zaman.